Awas, 7 Mitos Pola Makan Diet Sehat Ini Bisa Bikin Gagal Total

Awas, 7 Mitos Pola Makan Diet Sehat Ini Bisa Bikin Gagal Total – Setiap orang pasti menginginkan bentuk badan seperti gitar Spanyol, yang konon dibilang langsing dan seksi. Namun, apa daya sudah mengikuti beragam metode diet, berat badan masih saja enggan menurunkan diri. Ada yang pernah mengalami hal yang sama?

Jangan bersedih, karena di luar sana ada banyak sekali orang yang merasa gagal, bahkan hampir menyerah untuk diet. Hal ini tidak sepenuhnya salah metode tersebut, tetapi pemikiran dan penerapan setiap orang tidaklah sama. Satu hal mendasar yang harus disadari terlebih dahulu adalah esensi diet bukan hanya menurunkan berat badan semata. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari angka yang ditunjukkan oleh jarum timbangan.

pola makan diet sehat
pola makan diet sehat

Mitos Tentang Pola Makan Diet Sehat yang Ada Di Masyarakat

Tidak sedikit orang yang berniat untuk menurunkan berat badan, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Penyebab utama dari ketidakberhasilan ini adalah penerapan pola makan diet sehat yang kurang tepat. Dan ternyata, ada banyak sekali mitos-mitos salah yang beredar dan masih dipercaya oleh masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk membaca ulasan ini sampai selesai agar tidak terjebak pada pola yang salah.

1. Karbohidrat Penyebab Tubuh Gemuk

Banyak orang yang menganggap bahwa karbohidrat menjadi penyebab utama kegemukan. Hal ini tidak salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar karena karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Tanpa adanya karbohidrat, maka tubuh akan menjadi lemas dan tidak berdaya, sehingga memicu rasa lapar yang berlebihan. Jika kondisi ini terus terjadi, bukan tidak mungkin metabolisme tubuh justru akan terganggu.

Oleh karena itu, jangan hapus asupan karbohidrat dalam pola makan diet sehat. Sebaliknya, bijaklah dalam memilih dan memilah sumber karbohidrat yang baik untuk tubuh. Beberapa di antaranya, yaitu nasi merah, oatmeal, singkong, ubi jalar, kentang, dan lain-lain. Hindari sumber karbohidrat yang berasal dari nasi putih, pasta, dan roti tawar, karena mengandung kadar gula yang cukup tinggi.

2. Terlalu Banyak Protein

Protein memang memiliki peranan penting dalam menjalani program diet, serta pembentukan massa otot. Selain itu, protein juga dapat menunda rasa lapar dan memberikan kesan kenyang yang lebih lama. Namun, mengonsumsinya secara berlebihan juga tidak bijaksana, karena dapat berubah menjadi tumpukan lemak di dalam tubuh. Lemak-lemak inilah yang justru akan membuat lingkar paha, pinggang, perut, dan lengan semakin membesar.

Kelebihan protein juga sangat berbahaya bagi tubuh, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Selain menyebabkan sembelit dan diare, protein berlebih dapat memicu permasalahan pada ginjal, kanker, hingga jantung. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mengikuti pola makan diet sehat, terutama metode diet tinggi protein dan daging.

3. Menghindari Lemak

Lemak seringkali menjadi kambing hitam kedua yang disalahkan saat berat badan naik, setelah karbohidrat. Hal ini memang benar, tetapi masih ada yang harus diluruskan mengingat fungsi lemak yang cukup banyak. Selain sebagai sumber energi kedua bagi tubuh dan meregenerasi sel, lemak juga memiliki fungsi tambahan. Seperti mengurangi risiko gangguan jantung dan stroke, menurunkan kadar kolesterol, mencegah atherosclerosis, dan lain-lain.

Oleh karena itu, menghapusnya dalam menu pola makan diet sehat juga bukan pilihan yang tepat. Sebaliknya, yang harus dilakukan adalah memilih sumber lemak yang baik dan aman untuk tubuh. Beberapa jenis sumber lemak baik, yaitu alpukat, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Sementara sumber lemak tak baik (lemak trans), yaitu mentega, daging merah, keripik, kerupuk, dan lain-lain.

4. Menghindari Sarapan

Ada yang masih berpikir, jika menghindari sarapan dapat menurunkan berat badan? Selamat, karena sudah terjebak dalam pola pikir yang salah. Sarapan merupakan bagian penting dalam kehidupan, baik sedang ataupun tidak menjalani program diet. Sebab, sarapan menjadi tempat bergantung tubuh untuk menghasilkan energi dalam menjalani aktivitas. Jika hal ini terlwatkan begitu saja, maka metabolisme tubuh justru akan terhambat.

Saat kadar gula terlalu rendah, maka hormon di dalam tubuh akan meningkat dan memicu rasa lapar. Akibatnya, sebelum mencapai jam makan siang tubuh sudah merasa kelaparan, sehingga hasrat untuk makan semakin meluap-luap. Kondisi ini justru akan mengacaukan pola makan diet sehat yang sedang dijalani. Oleh karena itu, tetap lakukan sarapan dengan makanan bergizi dan mudah dicerna, seperti telur rebus, pisang, sereal, oatmeal, dan lain-lain.

5. Melupakan Makan Malam

Selain sarapan, melewatkan jam makan malam juga termasuk mitos yang masih dipegang erat oleh pelaku diet. Dalam dunia kesehatan, makan malam tidak dilarang dan justru harus dilakukan. Hal ini untuk menghindari timbulnya rasa lapar pada tengah malam yang dapat mengganggu kualitas tidur. Langkah yang harus dilakukan adalah membuat jadwal makan yang teratur, baik pagi, siang, maupun sore.

Khusus jam makan malam, usahakan untuk tidak makan berat setelah jam 6 sore. Dapat ditambah dengan melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki selama 10 menit. Pada pola makan diet sehat, hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan metabolisme tubuh, setelah makan.  Namun, jika pada malam hari perut masih terasa lapar, pilihlah makanan yang ringan dan mudah dicerna, seperti buah atau salad.

6. Tidak Ngemil

Masih banyak orang yang menolak camilan hanya karena sedang menjalankan program diet. Hal ini memang perlu didukung dan dihargai, tetapi ada batasan yang harus terpenuhi. Camilan berfungsi sebagai pemenuh kebutuhan energi di sela-sela jam makan utama, sehingga keberadaannya tetap diperbolehkan. Perut yang terlalu lapar dapat memicu makan berlebih saat tiba waktu makan.

Selain itu, hal yang dapat menyebabkan jarum timbangan terus bergerak ke kanan adalah jenis camilannya. Alih-alih memilih keripik dan coklat yang tinggi kolesterol, lebih baik makan camilan sehat, seperti buah, kacang-kacangan, yogurt, dan lain-lain. Dengan begitu, energi tetap penuh, rasa lapar terkendali, dan pola makan diet sehat dapat tercapai.

Simak juga artikel lainnya disini.

7. Salah Asupan Cairan

Selain makanan, cairan juga memegang peranan yang sangat penting di dalam tubuh. Begitu juga saat menjalani program diet, asupan cairan harus mendapat perhatian khusus. Namun, masih ada beberapa anggapan yang kurang tepat tentang cara pemenuhannya. Pertama, cairan yang bagus buat tubuh adalah air putih murni yang tidak berbau dan tidak berperasa. Kedua, cairan isotonik, jus, maupun cocktail tidak termasuk dalam kategori cairan sehat.

Ketiga, minum air secara berlebihan juga tidak disarankan, meskipun sedang menjalani pola makan diet sehat, karena dapat mengganggu kesehatan. Beberapa di antaranya yaitu menimbulkan permasalahan pada ginjal, jantung, pembengkakan sel tubuh, kram otot, iritasi perut, dan lain-lain. Cukup pastikan takarannya, yaitu maksimal 2.7 liter untuk wanita dan 3.7 liter air untuk laki-laki (termasuk cairan dari sumber lain).

Demikian 7 mitos tentang pola makan diet sehat yang harus diperhatikan. Ingat, diet sehat tidak harus menyiksa diri secara berlebihan, melainkan mengetahui kebutuhan tubuh. Oleh karena itu, berkonsultasi dengan ahli gizi juga perlu dilakukan. Lalu, maksimalkan dengan olahraga secara teratur dan istirahat yang cukup. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum mengikuti metode diet.

Originally posted 2020-10-05 16:03:00.

Tinggalkan komentar