Jalani Diet Penderita Kanker? Perhatikan 11 Hal Ini!

Diet Sehat – Diet penderita kanker menjadi pilihan yang tepat apalagi sebagai upaya penyembuhan penyakit kanker. Dalam hal ini menjalani diet sehat merupakan solusi yang tepat untuk penderita kanker. Cara ini dianggap menjadi alternatif dalam meningkatkan kesehatan tubuh. Kegiatan ini juga bukan sekedar mencukupi kebutuhan gizi melainkan dipercaya dapat membantu kesehatan tubuh agar lebih baik lagi.

Diet harus didukung oleh aktifitas seperti olahraga serta mengkonsumsi makanan sehat. Dalam penerapannya  diet juga mampu menjaga metabolisme tubuh agar mampu melawan berbagai penyakit. Inilah 11 hal penting diet khusus untuk penderita kanker yang harus diketahui serta beberapa pilihan diet yang dapat dipilih. Sebelum menerapkannya alangkah lebih baik untuk konsultasi kepada ahli gizi dan dokter untuk memperoleh manfaat maksimal.

diet penderita kanker

Inilah Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Diet Penderita Kanker

Saat penderita kanker melakukan diet, maka perhatikan beberapa hal di bawah ini:

Nutrisi Khusus untuk Pasien Kanker

Kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan berat badan turun, faktornya yaitu mual sehingga susah menelan makanan, hilangnya nafsu makan, hingga masalah pada saluran pencernaan. Bahkan bukan hanya hilang nafsu makan pada kasusnya, pasien juga merasa berkurang tenaganya hingga berkurangnya kemampuan untuk bergerak. Oleh karena itu diperlukan nutrisi khusus bagi penderita penyakit kanker.

Diet penderita kanker mengharuskan pasien untuk mengkonsumsi makanan yang baik khususnya bila akan menjalani kemoterapi. Makanan yang baik tersebut dapat menjadi cadangan nutrisi khusus untuk pasien kanker saat menjalani pengobatan hingga selesai kemoterapi.

Protein Sebagai Sumber Energi

Apa itu protein sebagai energi? Manfaat dari protein sendiri pada diet penderita kanker adalah membantu pembentukan serta perbaikan untuk jaringan tubuh yang rusak. Nah, dengan meningkatnya asupan protein khususnya sebelum proses kemoterapi berlangsung maka dapat membantu pemulihan pasien dari operasi bahkan juga dapat meningkatkan cadangan protein pada tubuh.

Selama proses menghadapi kemoterapi, pasien akan dapat menghadapi efek sampingnya dengan lebih baik. Sumber proteinnya sendiri bisa dari daging unggas, susu rendah lemak, pada ikan, maupun telur. Protein dapat menjadi sumber energi yang baik bagi tubuh.

Menerapkan Pola Makan Khusus

Diet penderita kanker selanjutnya adalah dengan menerapkan pola makan khusus atau yang biasa disebut dengan food combining. Artinya penerapan ini harus sesuai dengan metabolism tubuh masing-masing pasien. Baca juga Bingung Diet Penderita Diabetes? Simak 3 Wacana Ini!.

Tujuan dari metode ini dalam diet penderita kanker adalah agar proses pencernaan hingga proses penyerapan dan pembuangan lebih sesuai dengan kebutuhan. Ingat, pengaturan jam makan juga harus sesuai. Dampak positif yang sudah dirasakan adalah pelaku merasa tubuhnya lebih sehat dari sebelumnya.

Makan dengan Menjaga Pola Makan

Selama proses kemoterapi, nafsu makan dan selera makan memang berubah. Pada dasarnya, pasien dapat makan apapun asal tetap menjaga pola makan dengan baik yaitu banyak mengkonsumsi sayur, buah, protein, kalori, serta daging merah atau yang rendah lemak. Harus makan saat merasa lapar atau minum yang banyak meski tidak ingin makan.

Konsumsi Makanan Tanpa Dimasak

Metode diet penderita kanker yang satu ini sangatlah populer, yaitu raw food atau mengkonsumsi makanan tanpa harus dimasak dahulu. Cara ini dipakai bagi mereka yang ingin tubuhnya fit dari sebelumnya serta menjaga makanan agar mengandung gizi alami hingga tidak terkontaminasi dengan bahan lain.

Raw food sendiri berasal dari sayur dan buah khususnya yang mengandung vitamin dan gizi yang mampu diserap dengan baik oleh tubuh. Dampak kesehatan secara menyeluruh akan dirasakan setelah melalui proses ini.

Kurangi Karbohidrat, Perbanyak Lemak Versi Ketogenik

Pernah mendengar mengani diet ketogenic? Diet ini lain dari diet penderita kanker pada umumnya karena harus menjalankan menu diet dengan mengurangi porsi karbohidrat namun justru lebih tinggi lemak.

Menurut riset, sel kanker sendiri sangat bergantung pada glukosa yang dihasilkan oleh karbohidrat dan gula. Artinya kontribusi karbohidrat dan gula justru menguatkan sel-sel kanker. Nah, dengan menghindari keduanya maka sel kanker akan melemah bahkan mati.

Makanan yang Tidak Dianjurkan

Selama proses kemoterapi, sistem kekebalan tubuh pasien kebanyakan memang menjadi lemah sehingga membuatnya mudah terkena infeksi. Akan sangat rentan sekali bakteri atau virus masuk melalui makanan terutama makanan yang mentah seperti sushi hingga telur setengah matang bahkan juga harus menghindari makan salad atau makanan prasmanan.

Tidak dianjurkan pula makan makanan sisa yang disimpan di lemari es atau sayur yang kurang dicuci bersih, hingga makanan laut yang hanya setengah matang. Sebaiknya hindari jenis-jenis makanan tersebut saat anda melakukan diet penderita kanker.

Jangan Konsumsi Suplemen Antioksidan Dosis Tinggi

Selama kemoterapi, mengkonsumsi antioksidan seperti vit E dan C dalam dosis yang tinggi justru tidak disarankan. Hal ini justru dapat membuat kemoterapinya menjadi kurang efektif  namun memang secara teori dapat memperbaiki kerusakan dari sel kanker itu sendiri.

Sedangkan pada pasca kemoterapi sendiri pola makan seimbang sangatlah dibutuhkan seperti makan banyak sayur dan buah-buahan. Untuk mengetahui takaran pasnya diet penderita kanker sebaiknya melakukan konsultasi kepada dokter.

Perhatikan Tentang Kualitas Pengobatan Tradisional

Penelitian menunjukan bahwa makanan yang kaya serat akan mengurangi resiko kanker ovarium, prostat, dan kanker payudara berulang. Sedangkan beberapa penelitian lain menunjukan adanya hubungan dalam meningkatkan resiko kanker seperti mengkonsumsi daging babi dan sosis.

Terdapat pengobatan yang justru mengakibatkan kometerapi menjadi kurang efektif misalnya dengan pengobatan tradisional. Proses kemoterasi justru menjadi lebih rumit serta berkurangnya dosis kemoterapi itu sendiri.

Konsultasikan Dulu Pada Dokter dan Pengobatan Tradisional Khusus

Sebelum memilih metode penyembuhan, sebaiknya perhatikan pula kualitasnya. Beberapa laporan justru menunjukkan adanya gagal ginjal bagi yang menjalani pengobatan tradisional. Ada obat yang bereaksi terhadap obat kemoterapi seperti ginkgo biloba atau gingseng pada pengobatan tradisional Tionghoa.

Obat tersebut bertujuan untuk meningkatkan enzim metabolisme obat di liver sehingga dapat membuat obat kemoterapi kurang efektif atau hancur di liver. Namun, ada juga dalam penelitian lain yang menunjukkan bahwa dengan pengobatan tradisional dapat mengurangi sel kanker sensitive terhadap kemoterapi.

Memang tidak semua pengobatan tradisional menyebabkan kerugian pada proses kemo, namun meskipun begitu harus mendapatkan pengawasan langsung dari dokter dengan memonitoring efek sampingnya. Maka sebaiknya bekerjasamalah dengan ahlinya pengobatan tradisional dan dokter yang menangani pasien tersebut.

Takaran Diet yang Tepat, Berdampak Positif untuk Tubuh

Diet penderita kanker memang dijalankan oleh penderita kanker yang ingin segera sehat dan pulih kembali. Dalam hal ini, ada banyak sekali pilihan dan jenisnya. Namun meskipun begitu haruslah dengan melakukan konsultasi terlebih dulu pada ahlinya. Takaran diet yang tepat akan berdampak positif pada tubuh. Dengan takaran diet yang tepat, maka hasil yang akan didapatkan dapat lebih maksimal dan dapat mendukung program diet yang dilakukan.

Itulah 11 hal penting terkait dengan diet penderita kanker yang harus diketahui. Memang pada kenyataannya semua tergantung pada semangat diri kita secara pribadi serta mematuhi semua anjuran yang disarankan oleh ahli. Pilihlah jenis diet yang sehat dan tepat supaya kesehatan tubuh  terus meningkat dan mengalami perubahan yang positif.

Originally posted 2020-10-16 15:21:52.

Tinggalkan komentar